Harimau Mati Dibunuh?

PADANG BANO- Seeokor harimau Sumatera (Panthera Tigris) diduga mati setelah terkena tembakan, Minggu (12/6) di Desa Limes, Kecamatan Padang Bano. Jalaludin, warga setempat dan juga saksi mata yang melihat kejadian, kepada wartawan kemarin (15/6) siang, mengatakan, binatang dilindungi itu ditembak oknum aparat kepolisian.

Jalaludin menuturkan, sebelum ditembak, ada tiga ekor harimau di lokasi kejadian. Bahkan sebelumnya, ia juga sempat seperti dipermainkan binatang buas itu. "Sekitar pukul 06.30 WIB, saya bermaksud ke kebun karet yang letaknya di belakang rumah. Saat itu lah saya pertama kali melihat dan sempat berhadap-hadapan," kisah lelaki itu.

Jalaludin berhasil menjauh setelah sempat diincar. "Saya seperti dipermainkan. Soalnya saat saya mau maju, dia ikut maju. Saya mundur cepat, dia mengejar. Saya lalu berlari dan tiba-tiba berhenti sembari menghardik akan memukulnya pakai cangkul. Rupanya harimau itu berhenti juga. Akhirnya saya bergerak pelan sampai akhirnya bisa sembunyi di dekat pohon durian," tutur Jalaludin.

Jalaludin yang menghadiri reses DPRD Lebong di Kantor Camat Padang Bano mengatakan, tiga orang yang ia yakini anggota polisi, entah kebetulan atau tidak tengah berada di desanya. Mereka, kata dia, sudah di sana sejak Sabtu (11/6). "Mereka lalu mencari harimau tadi. Saat menemukan, posisi harimaunya membelakangi kami. Walau sempat melihat kehadiran kami, mereka tidak pergi," katanya.

Ketiga orang yang diketahui Jalaludin sebagai aparat tadi lantas mengambil posisi. Kata Jalaludin, mereka membawa benda mirip senpi laras panjang dan pistol. Seingatnya ada enam sampai tujuh kali bunyi suara tembakan, yang akhirnya melumpuhkan seekor harimau. Kejadiannya sudah sekitar pukul 07.30 WIB.

"Saya sempat tanya apakah mereka pakai bius. Tapi nggak dijawab. Mungkin karena saya pakai bahasa Jawa. Karena rupanya mereka berbicara dengan bahasa nasional," ujar Jalaludin. Jalaludin mengaku tak melihat lagi kondisi harimau yang disebutnya kena tembak. "Saya juga nggak ikut memasukkannya ke karung. Ada warga lain di sana yang melakukannya," ucapnya.

Jalaludin mengaku ikut membonceng harimau yang tertembak itu dengan sepeda motornya. "Saya cuma fokus pegang stir (maksudnya stang motor). Lalu harimau dalam karung tadi dimasukkan ke dalam mobil kijang biru yang diparkir sekitar 1 kilometer dari lokasi. Saya sempat lihat ada banyak darah," terangnya.

Setelah harimau itu di dalam mobil, lanjut Jalaludin, tiga orang tadi memberinya uang Rp 200 ribu. Uang itu lalu dibagikannya kepada warga lain yang ikut membantu. Sebelum pergi, kata dia, ketiga orang tadi berpesan agar Jalaludin menyampaikan kepada warga setempat bahwa harimaunya sudah diusir.

"Tadinya warga senang. Tapi karena tahu seeokor ditembak, warga malah marah. Sebab mereka takut dua ekor harimau lainnya yang lolos itu bakal membalas dendam. Warga di sana kini cemas," katanya. Jalaludin yang didampingi beberapa warga mengatakan, memang sudah sebulan terakhir 2-3 harimau masuk kampung.

Meski tak menyerang manusia, kata dia, puluhan ternak kambing--seekor di antaranya milik Jalaludin--, puluhan ayam sudah dimangsa. Harimau juga sudah melukai seekor sapi warga. "Sudah banyak warga yang melihat harimau. Ada yang melihat 2-3 ekor. Bahkan ada yang mengaku pernah melihat tujuh ekor berjalan beriringan," ujarnya.

BKSDA Menyelidiki
Kepala BKSDA Bengkulu Amon Zamora yang dikonfirmasi via hand phone mengaku belum tahu ada kejadian harimau mati ditembak. Namun atas informasi yang disampaikan, ia memastikan akan menyelidiki kebenarannya.

"Kami akan turunkan tim khusus ke sana. Besok (hari ini, red) saya akan buat surat perintah untuk menyelidikinya. Kami akan mencari bukti-bukti dan saksi-saksi untuk mengetahui apakah benar ada harimau yang mati, apalagi ditembak oleh aparat. Kalau terbukti, kami akan laporkan ke Propam Mapolda dan ditembuskan ke Mapolri agar diproses," kata Amon. (jees)

Komentar