Janji Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin memberikan bantuan Rp 25 juta bagi Karang Taruna Kab Lebong, hingga kemarin (3/11), belum kunjung direalisasikan. Bila dihitung-hitung, sudah tujuh bulan atau sejak dijanjikan tanggal 4 Maret 2010, saat Gubenur menghadiri dan memberikan sambutan saat Pelantikan Pengurus Karang Taruna Lebong di Aula Pemkab di Tubei. Lupakah Gub pada janjinya?
Ketua Karang Taruna Lebong Sahdi Hariyanto SHI mengemukakan hal itu kepada BE siang kemarin (3/11). Ia mengaku sudah berkali-kali mengurus realisasi bantuan, namun belum ada titik terang. "Saya sudah berkali-kali ke Pemprov. Yang pertama kali malah sudah bertemu staf Gubenur bernama Fika. Waktu itu, katanya, masih dimeja Gub. Pak Gub belum meneken lantaran disibukkan kampanye," tutur Sahdi.
Kali kedua, lanjut Sahdi, surat permohonan realisasi bantuan yang dijanjikan Gub itu sudah turun ke Sekprov. Setelah disusul, surat itu turun ke Asisten I. Dari sini, surat bergerak ke Biro Keuangan. "Nah, dari Biro Keuangan, saya diarahkan ke Dinas Sosial. Katanya, kopelannya sudah di sana," lanjut Sahdi yang diamini M Evandri, Wakil Bendahara.
Sahdi mengaku tidak lantas menuntaskan upayanya lantaran saat itu tengah berlangsung serah-terima pejabat di Dinsos. "Saya mau ketemu kepala dinasnya kan tidak mungkin karena mereka masih sibuk dengan acara itu. Saya baru ke sana setelah beberapa waktu kemudian," katanya. Sahdi didampingi pengurus lainnya pun harus menelan pil pahit sebab setelah mendatangi Dinsos, bantuan yang dinanti ternyata tidak terbukti.
"Kami bertemu dengan Ibu Tanti di bagian kelembagaan. Waktu itu dia bilang dana sudah tak tersedia. Kami tentu kecewa sebab setelah sekian kali mengurusnya kok malah tidak ada hasilnya. Bukankah Gub sudah secara simbolis menyerahkan waktu itu. Kini kami minta penjelasan apakah bantuan itu atas nama Gubernur atau pribadi Bapak Agusrin," cetus Sahdi.
M Evandri menambahkan, perlunya penjelasan itu supaya di antara pengurus tidak terjadi salah paham. Pasalnya, kata Evandri, sejumlah pengurus malah mencurigai ketua dan bendahara tidak transparan dan menduga bantuan Gub itu sudah direalisasikan namun tak disosialisasikan. "Kami juga khawatir jangan-jangan dana itu sudah di-acc Gubernur, namun ada oknum yang menilep-nya sehingga tidak sampai kepada kami," kata Anggota DPRD Lebong itu. (jees)
Ketua Karang Taruna Lebong Sahdi Hariyanto SHI mengemukakan hal itu kepada BE siang kemarin (3/11). Ia mengaku sudah berkali-kali mengurus realisasi bantuan, namun belum ada titik terang. "Saya sudah berkali-kali ke Pemprov. Yang pertama kali malah sudah bertemu staf Gubenur bernama Fika. Waktu itu, katanya, masih dimeja Gub. Pak Gub belum meneken lantaran disibukkan kampanye," tutur Sahdi.
Kali kedua, lanjut Sahdi, surat permohonan realisasi bantuan yang dijanjikan Gub itu sudah turun ke Sekprov. Setelah disusul, surat itu turun ke Asisten I. Dari sini, surat bergerak ke Biro Keuangan. "Nah, dari Biro Keuangan, saya diarahkan ke Dinas Sosial. Katanya, kopelannya sudah di sana," lanjut Sahdi yang diamini M Evandri, Wakil Bendahara.
Sahdi mengaku tidak lantas menuntaskan upayanya lantaran saat itu tengah berlangsung serah-terima pejabat di Dinsos. "Saya mau ketemu kepala dinasnya kan tidak mungkin karena mereka masih sibuk dengan acara itu. Saya baru ke sana setelah beberapa waktu kemudian," katanya. Sahdi didampingi pengurus lainnya pun harus menelan pil pahit sebab setelah mendatangi Dinsos, bantuan yang dinanti ternyata tidak terbukti.
"Kami bertemu dengan Ibu Tanti di bagian kelembagaan. Waktu itu dia bilang dana sudah tak tersedia. Kami tentu kecewa sebab setelah sekian kali mengurusnya kok malah tidak ada hasilnya. Bukankah Gub sudah secara simbolis menyerahkan waktu itu. Kini kami minta penjelasan apakah bantuan itu atas nama Gubernur atau pribadi Bapak Agusrin," cetus Sahdi.
M Evandri menambahkan, perlunya penjelasan itu supaya di antara pengurus tidak terjadi salah paham. Pasalnya, kata Evandri, sejumlah pengurus malah mencurigai ketua dan bendahara tidak transparan dan menduga bantuan Gub itu sudah direalisasikan namun tak disosialisasikan. "Kami juga khawatir jangan-jangan dana itu sudah di-acc Gubernur, namun ada oknum yang menilep-nya sehingga tidak sampai kepada kami," kata Anggota DPRD Lebong itu. (jees)
Komentar
Posting Komentar