Pandangan Bisnis Jack Ma

JACK MA/gambar screenshot Youtube VYBO

Boleh jadi terlalu dini menyimpulkan, tapi saya melihat ada korelasi antara nasehat atau cara pandang bisnis Jack Ma ini dengan semangat ekonomi Pancasila yang dimaksud Dawam Raharjo, yaitu tentang pemberdayaan dengan berbagi pengetahuan dan kemampuan yang kita sebut sebagai makna azas kekeluargaan.

Dalam pandangan bisnis pendiri Alibaba.com itu, keuntungan bukan semata-mata tujuan yang pertama-tama dituju dalam sebuah bisnis atau usaha ekonomi melainkan tentang melayani atau lebih tepatnya lagi menawarkan solusi bagi persoalan-persoalan orang lain. Ia meyakini keuntungan akan menghampiri ketika kita mampu membantu mengatasi masalah orang lain, terlebih masalah sosial.

Dalam tiga puluh tahun ke depan, lanjut Jack Ma, dunia tidak lagi sekedar maju dengan perkembangan IT. Dunia nanti akan masuk pada apa yang dia sebut sebagai DT, delivery technology. Itu artinya, kemajuan teknologi sudah dalam tugas membantu manusia agar berdaya (empowering).

Pandangan Jack Ma didasari pengalamannya dalam membangun raksasa bisnis Alibaba. Di tahun-tahun awal bisnisnya, Jack mengaku tak meraup keuntungan yang diharapkan. Namun bisnis yang dia lakoni menuai banyak respect atau apresiasi dari para kostumernya yang disampaikan via email. Ia melihat bahwa usahanya bermanfaat dan ia meyakini suatu saat dia akan sukses seperti didoakan para costumer itu.

Jack mengatakan, jika orang lain sukses dan bahagia, maka kita juga akan sukses dan bahagia.


Komentar